Resolusi Kesehatan di Tahun 2019

Apa resolusi kesehatan yang Anda buat di awal tahun ini? Resolusi artinya keputusan, kebulatan tekad atau niat yang kuat dalam diri untuk diwujudkan.

Resolusi kesehatan adalah dorongan, tekad atau niat untuk mengubah kebiasaan tidak sehat menjadi lebih sehat di waktu yang akan datang. Bisa juga resolusi itu mempertahankan kebiasaan sehat yang sudah dilaksanakan selama ini.

Yang sekarang lagi viral adalah penilaian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dari hasil evaluasi kementerian ini sejak tahun 2017-2018, Kota Ruteng di Kabupaten Manggarai, masuk dalam kategori kota kecil dan terkotor.  (Antara, senin, 14 Januari 2019). 

Mungkin dengan mendengar berita ini, seketika Anda mempunyai niat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Ini juga bisa dijadikan resolusi kesehatan yang baik.

Program dari facebook baru-baru ini juga sangat heboh. Nama programnya: “10 years Challenge”. Kita bisa memposting foto wajah kita sepuluh tahun yang lalu dan disandingkan dengan wajah sekarang.

Yang saya rasa lucu dan aneh adalah kenapa wajah teman saya yang ditampilkan, 10 tahun yang lalu masih persis sama dengan wajahnya yang sekarang? Padahal setahu saya, teman saya ini berat badannya telah bertambah 10 kg. 

“Bro, itulah efek positif dari kamera hp”. Begitu komentarnya. Teman yang lain mengatakan, “Saya gemuk bukan di pipi atau wajah tapi di paha dan pantat”. Saya menahan tawa dan geli. 

Untuk mereka yang setiap tahun bertambah umur dan berat badan, resolusi menurunkan berat badan adalah jalan keluarnya.

Resolusi kesehatan itu banyak sekali. Mulai dari yang sangat sederhana sampai yang kompleks. Yang sederhana misalnya, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. Bisa juga, mandi dari satu menjadi tiga kali sehari agar terlihat lebih putih.

Yang tingkat menengah sampai kompleks misalnya, mengubah kebiasaan tidur larut malam dan ingin bangun jam lima pagi setiap hari.

Mempunyai resolusi berhenti merokok dan minum alkohol juga sangat menantang. Untuk niat seperti ini, kata orang susah susah gampang. Tetapi, mempunyai niat seperti ini saja patut diapresiasi.

Yang ingin saya bahas kali ini adalah tentang ukuran lingkar perut. Ukuran lingkar perut ini penting untuk memantau kesehatan kita.

Ukuran Lingkar Perut Normal

Ternyata, mempunyai berat badan ideal saja tidak cukup. Studi terakhir mengatakan bahwa walaupun berat badan Anda termasuk ideal, tetapi dengan ukuran lingkar perut tidak normal maka Anda tetap memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit dibandingkan dengan lingkar perut yang normal.

Tentang berat badan ideal, pernah saya bahas di blog ini. Anda bisa membacanya disini

Agar cepat mengetahui apakah berat badan Anda ideal, langsung saja menggunakan perhitungannya disini.

Nah, sekarang kita bicara tentang ukuran lingkar perut normal. Dari berbagai literatur yang saya baca, ukuran standar lingkar perut kita berbeda dengan orang Eropa. 

Untuk orang Asia, termasuk Indonesia, ukuran normal lingkar perut untuk wanita adalah di bawah 80 dan untuk pria tidak boleh lebih dari 90.

Baca juga: Demam Berdarah Demam.

Cara mengukur Lingkar Perut

Dalam mengukur lingkar perut hal pertama yang harus diingat adalah: tidak bisa mengukur sendiri. Anda harus mengukurnya berdua. Boleh dengan siapa saja, yang penting terukur. 

Alasannya, jika Anda mengukur sendiri, banyak kesalahan akan terjadi. Menahan nafas merupakan salah satu kesalahan itu.  

Baju harus diangkat atau dinaikkan agar tidak menghalangi pita ukur menempel pada kulit perut. Selain itu, penempatan pita ukur (meteran) juga harus tepat.

Pita ukur diletakkan pada pertengahan garis antara rusuk terbawah dan tulang pinggul. Caranya, cari dulu kedua tulang itu. 

Lingkari perut dengan pita ukur dimulai dari titik tengah garis tersebut dan berakhir pada titik itu juga. Jangan terlalu menarik atau menekan pita ukur pada kulit perut. Kemudian, bacalah hasilnya.

Umbilikus atau yang biasa disebut (udel) pusat tidak selalu merupakan titik tengah lingkaran perut kita. Ingat itu. Semakin besar lingkar perut, semakin turun (udel) pusat kita. 

Jadi tetap harus mencari titik tengah antara tulang rusuk terakhir dan tulang pinggul. Itu lebih tepat.

Arti Penting Ukuran Lingkar Perut 

Penting untuk mengetahui lingkar perut kita. Sebab, semakin besar lingkar perut seseorang semakin besar peluang mendapatkan penyakit atau gangguan kesehatan.

Penyakit atau gangguan kesehatan itu adalah penyakit jantung, diabetes tipe 2, kejadian kanker meningkat, tekanan darah tinggi, kolesterol total dan trigliserida tinggi, serta kolesterol baik menjadi rendah.

Karena banyaknya gangguan kesehatan akibat ukuran lingkar perut tidak normal, maka mengecilkan lingkar perut adalah resolusi kesehatan yang bijaksana.

Cara Mengecilkan Lingkar perut

Banyak sekali cara mengecilkan ukuran lingkar perut. Salah satu cara adalah dengan berlari. Bukan lari dari kenyataan. Tetapi, olah raga lari.

Berlari setiap pagi selama 30 menit adalah cara saya menjaga ukuran lingkar perut kembali normal. Pilihan berlari pagi hari adalah waktu kondusif bagi saya. Anda boleh memilih sore hari.

Halangan dan rintangan pasti selalu menghadang. Badan terasa berat saat bangun pagi artinya tidur malam harus lebih awal. Badan terasa lemah dan sakit-sakit artinya waktu istirahat kurang. Tetapi jika malas, Tuhan pun tidak bisa menolong. 

Setelah pulang dari liburan Natal dan Tahun baru, saya membuat penelitian eksperimental kecil-kecilan. Saya ingin mengukur seberapa efektif olah raga lari selama 30 menit setiap pagi terhadap ukuran lingkaran perut.

Jadwal lari dimulai senin sampai jumat. Sabtu dan Minggu saya istirahat. Interval berlari ini saya usahakan selama 3 minggu, tepatnya 15 hari.

Berlari pagi di Kota Ruteng memang merupakan suatu tantangan unik. Sebab, suhu yang relatif rendah merupakan halangan pertama yang harus dikalahkan. 

Saya mulai berlari pukul 5 pagi hari. Suhu di jam tangan menunjukkan angka 19 derajat. Situasi seperti ini memang akan lebih menyenangkan jika kita tetap berada di dalam selimut dan terus melanjutkan mimpi-mimpi kita – yang entah kapan akan terwujud. 

Tantangan kedua adalah gelap. Ya, pukul 5 pagi di Kota Ruteng masih gelap. Matahari belum muncul, sehingga seperti berlari di malam hari. Jika kita terus berlari, maka 15-20 menit kemudian matahari mulai tampak menerangi jalan-jalan kota. 

Tantangan ketiga adalah pakaian dan celana untuk berlari. Jika kita menggunakan pakaian selapis dan celana yang kurang tebal maka bisa dipastikan dingin yang merasuk tulang akan menghentikan semangat berlari.

Hasilnya, kurang lebih jarak 5 km saya tempuh dalam waktu 37 menit, rata-rata jumlah kalori terpakai 325 kalori. Ukuran lingkar perut mengecil 2 cm selama 3 minggu. Menakjubkan? Tentunya Anda tidak bisa membayangkannya jika Anda belum mencoba. 

Dari aktivitas berlari ini, saya mengetahui bahwa ukuran satu putaran lapangan Motang Rua adalah 400m. Jadi, jika saya ingin berlari sejauh 5 km, saya tinggal berlari mengelilingi lapangan Motang Rua sebanyak 12,5 putaran. 

Pengalaman lain selama berlari pagi ini adalah menjumpai banyak orang tua yang terlihat sangat sehat dan kuat. Usia mereka saya taksir di atas 55 tahun. 

Baca juga: Nasi Putih dan Kesehatan Anda.

Saya bertanya dalam hati. “Apakah harus menunggu usia tua baru kita berolah raga agar tetap sehat? Jangan-jangan mereka sudah mulai berlari sejak muda?” Akan saya tanyakan kepada mereka di kesempatan lain.

Ada sepasang suami istri dengan baju yang sama setiap pagi. Mereka berjalan cepat sambil terus ngobrol. Apa isi obrolan mereka saya tidak tahu. Jelasnya selama 3 minggu obrolan mereka tidak pernah selesai. Apakah ini sisa romantisme zaman Belanda dan Jepang? 

Yang membuat saya tertegun adalah keunikan seorang yang mengendarai motor. Ia selalu memakai jaket dengan penutup kepala serta masker menutupi mulut dan hidungnya. Setiap pagi ia mengelilingi lapangan Motang Rua sebanyak 3 kali dan kemudian pulang, menghilang. Mungkin yang ingin berolah raga adalah motornya. Saya tidak paham.

Satu lagi. Ada seorang bapak yang selalu berlari tanpa alas kaki. Melihat si bapak ini saya langsung berpikir pasti ia mendapat wangsit atau nasihat dari tabib-tabib asal Cina bagian selatan bahwa berlari tanpa alas kaki itu sehat. Sehat dari Hong Kong?? 

Demikianlah tulisan tentang resolusi kesehatan saya. Apa resolusi kesehatan Anda di tahun ini? Beritahu saya di kolom komentar. Sampai jumpa.

Gambar diambil dari sini.

9 Comments on “CARA MENGECILKAN LINGKAR PERUT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *