Bagi sebagian besar orang, begitu mendengar istilah cuci darah langsung terbayang bahwa hidupnya tinggal sebentar lagi. Ternyata, tidak begitu.

Cuci darah atau hemodialisa justru akan memperpanjang hidup seseorang. Tentu saja hanya bagi orang-orang yang mengalami sakit ginjal. Sebelum kita bahas lebih jauh tentang cuci darah, mari kita baca dulu tentang ginjal.

Ginjal dan Fungsinya

Manusia normal memiliki 2 organ ginjal. Yang kiri dan kanan. Fungsinya untuk membersihkan darah dan sebagai organ penghasil hormon dan enzim penting untuk kerja tubuh.

Fungsi organ ginjal ditentukan oleh banyak hal. Mulai dari umur, berat badan, makanan, gerak tubuh dan banyak lagi. Semakin bertambah umur, fungsi ginjal secara alami akan menurun juga. 

“Periksa fungsi ginjal secara berkala bagi mereka berusia di atas 60 tahun sangat dianjurkan”. Demikian kata dr. I Gusti Made Sunia, Sp.PD, saat diskusi bersama para dokter IDI Cabang Manggarai di Ruteng, Minggu, 27 Januari 2019.

Untuk mengetahui fungsi ginjal kita normal atau tidak, caranya dengan memeriksa kadar kreatinin dalam darah. Untuk hal ini, Anda tidak bisa lakukan sendiri di rumah. Don’t do that at home.

Sekali lagi saya ingin mengatakan: “Don’t do that at home“. Mengapa harus saya katakan untuk kedua kali? Karena sekarang ini adalah zaman edan. Banyak orang – mungkin karena kemajuan teknologi atau merasa (paling) pintar – ingin melakukan semuanya sendiri dan di rumah.

Sedikit saja keluhan di tubuh, mulai membuka internet untuk mencari informasi tersebut. Berharap dapat menyelesaikan masalah tersebut sendirian.

Lebih parah lagi, ada yang langsung membuat status di media sosial: “Badan tidak enak, terkena DBD”. Padahal, bentol merah di lengan tadi adalah alergi makanan atau digigit semut.

Saran saya, jika ada keluhan, konsultasikan dengan orang yang ahli di bidangnya. Kita ini manusia lemah dan tidak sempurna. Akan sempurna jika ada orang lain.

Lah, kok saya jadi ingin berkotbah ya? hahahaha….maaf. Kita lanjutkan. Eh, sampai dimana tadi? Oh, iya. Don’t do that at home. Jadi kita harus cek darah untuk mengetahui kadar kreatinin.

Jika kadar kreatinin sudah kita dapatkan, maka fungsi ginjal (Glomerular Filtration Rate/GFR) bisa dihitung. Rumus yang digunakan adalah Kockcroft-Gault.

GFR laki-laki = (140 – umur) x kgBB / (72 x serum kreatinin)

GFR perempuan = (140 -umur) x kgBB x 0,85 / (72 x serum kreatinin)

Hasilnya bisa kita masukkan atau bandingkan dengan standar nilai dan derajat keparahan di bawah ini:

Derajat 1: GFR >90 ml/mnt: terdapat gangguan struktur ginjal

Derajat 2: GFR 60-89 ml/mnt: terdapat gangguan struktur ginjal

Derajat 3a: GFR 46-59 ml/mnt: terdapat/tidak gangguan struktur ginjal

Derajat 3b: GFR 30-45 ml/mnt: pasien datang berobat

Derajat 4: GFR 15-29 ml/mnt: terdapat/tidak gangguan struktur ginjal

Derajat 5: GFR <15 ml/mnt: terdapat/tidak gangguan struktur ginjal, disebut Penyakit Ginjal Kronik tahap akhir dan merupakan indikasi hemodialisa.

Penyakit Ginjal Kronik (PGK)

PGK adalah gangguan klinis ginjal yang berlangsung selama 3 bulan atau lebih, tidak ada perbaikan serta makin memburuk fungsinya. 

Penyebab PGK

Saat ini, seluruh tenaga di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) termasuk di dalamnya para dokter, dokter gigi, perawat, bidan dan petugas medis lain sedang sangat bersemangat bicara mengenai diabetes (DM) dan hipertensi (HT).

Berbagai upaya kesehatan telah dilakukan mulai dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif  semuanya tentang kedua penyakit tesebut: DM dan HT.

Penyebab tersering dari penyakit ginjal kronis adalah diabetes dan hipertensi. Makanya kedua penyakit ini menjadi prioritas masalah kesehatan di Indonesia. Bukan hanya dapat menyebabkan penyakit ginjal, banyak penyakit lain juga disebabkan oleh dua makhluk ganas ini. 

Kontrol yang baik kadar gula dan tekanan darah adalah hal mutlak agar ginjal aman dan berfungsi baik. Jika ginjal berfungsi dengan baik maka proses pembersihan darah juga tentunya baik.

Selain kedua penyakit itu, masih banyak penyakit lain juga yang dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis. Mulai dari radang ginjal, adanya batu, infeksi saluran kencing, pembesaran prostat, asam urat yang tinggi dan tumor.

Gejala-Gejala Penyakit Ginjal Kronis

Gejala itu bukanlah tanda pasti Anda terkena sakit ginjal. Itu hanyalah gejala dan tanda-tanda. Untuk memastikan gejala tersebut diharuskan untuk memeriksa kesehatan lebih lanjut.

Konsultasi dengan dokter dan memeriksa kadar kreatinin darah adalah  langkah bijak mengetahui keadaan ginjal dan fungsinya. 

Terkadang kita begitu yakin akan gejala yang ada pada tubuh dan cenderung memaksa orang lain – yang lebih ahli- untuk mengikuti apa yang kita pikirkan. Itu tidak boleh. Itu pemaksaan namanya.

Dengan adanya jaminan kesehatan gratis bagi semua warga negara Indonesia terkadang para dokter kewalahan dengan sikap percaya diri para pasien. 

“Pinggang saya sakit, saya mau periksa darah lengkap!” Itu perintah, bukan berkonsultasi. Silakan ke laboratorium kesehatan untuk memeriksa darah. Kehadiran dokter adalah untuk membantu menemukan apa diagnosis atau penyakit dari gejala-gejala yang Anda rasakan. Karena para dokter belajar untuk itu. 

“Saya flu, buatkan rujukan ke rumah sakit agar saya bisa difoto ronsen”. Ini juga bukan cara-cara yang baik dalam berkonsultasi. 

Ceritakan saja dulu keluhan-keluhan yang Anda rasakan, kemudian dokter akan memeriksa dengan teliti apakah perlu pemeriksaan tambahan atau tidak. Bukan Anda yang tentukan mau memeriksa apa. Memang akan lebih baik jika Anda juga dapat menentukan sendiri obat untuk keluhan tersebut agar dokter tidak perlu capek-capek mendengar keluh kesah Anda. 

Inilah curhatan dari hampir semua para dokter yang bertugas di Fasilitas Kesehatan Pelayanan Primer. Yang memeriksa dan yang diperiksa tidak bisa dibedakan lagi. Bahayanya, yang sakit dan yang sehat bisa tertukar. Apa jadinya?

Wah, saya curhat. Maaf, saudara-saudari. Kita kembali ke gejala-gejala penyakit ginjal kronik. Ada 5 derajat gejala-gejala penyakit ginjal kronik.

Derajat 1 dan 2 biasa disebut gejala ringan bahkan bisa jadi tidak ada gejala. Derajat 3 dan 4 sudah ada gejala-gejala yang lebih nyata.

Nyeri pinggang, kencing berdarah, sembab wajah, badan lemas, pucat, pusing/sakit kepala, nafsu makan berkurang/mual, sesak nafas, bengkak kaki atau seluruh tubuh dan tekanan darah tinggi. Itu adalah gejala-gejala nyata yang biasanya muncul pada derajat 3 dan 4.

Sekali lagi, saya ingin sampaikan bahwa itu hanyalah gejala. sekali lagi, G E J A L A. Jangan karena Anda merasa nyeri pinggang, terus Anda katakan: “Saya sakit ginjal”. Tidak sama sekali. Harus melihat gejala-gejala lain dan melewati pemeriksaan lebih lanjut. 

Jangan pula Anda merasa sembab di wajah, dan mengatakan bahwa Anda sakit ginjal. Begitu ditanya: “Apa itu sembab?” Anda tidak bisa memberi definisinya. Bersabar. Anda tidak sakit sama sekali. Percayalah.

Penyakit ginjal kronik derajat 4 adalah tahap akhir atau yang biasa disebut End Stage Chronic Kidney Disease. Pada tahap ini, proses melakukan cuci darah adalah pilihan terakhir. Tetapi, ingat lagi. Berapa kadar kreatinin Anda? Sebab, cuci darah atau tidak, ditentukan dari kadar kreatinin Anda. 

Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis

1. Bagi yang sudah berusia di atas 60 tahun, pemeriksaan berkala fungsi ginjal perlu dilakukan paling kurang 1 tahun sekali. Seperti kita merawat kendaraan bermotor, perlu rutin mengecek apakah aliran olinya masih berjalan normal? 

2. Untuk semua penderita diabetes, hipertensi dan kadar asam urat yang selalu tinggi, sesegera mungkin stabilkan semuanya, jika Anda ingin ginjal aman-aman saja.

3. Cegah infeksi atau batu saluran kencing dengan cara: minum air putih sebanyak 2-2,5 L atau 8-10 gelas per hari, hindari rokok dan alkohol serta olah raga yang teratur. Teratur artinya disiplin. Disiplin itu artinya lakukan dengan aturan dan jam yang ketat.

4. Bagi para orang tua yang memiliki anak, apalagi jika jumlah anaknya berlimpah, jangan lupa memberikan perhatian yang lebih kepada anak-anak. Perhatikan jika mereka sering radang tenggorokan harus sesegera mungkin diobati. Sebab, radang tenggorokan yang tidak diobati dengan baik, kumannya dapat menyerang ginjal.

5. Hiduplah dengan pola yang sehat.

Karot, 11 Januari 2020

Gambar diambil dari sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *