Awal tahun atau awal bulan adalah waktu yang sering kali tepat untuk mengetahui kondisi kesehatan kita. Pemilihan waktu tersebut bukanlah pedoman resmi melainkan untuk mudah diingat saja. 

“Oh, medical check up saya yang terakhir awal tahun kemarin.” 

Medical check up saya di awal Januari kemarin.” 

Apa itu Medical Check Up

Medical Check Up (MCU) adalah pemeriksaan kesehatan menyeluruh secara rutin yang perlu dilakukan 1-2 kali setahun. Frekuensi MCU ini juga hanyalah anjuran dokter. Boleh diikuti, bisa juga tidak perlu.

Semakin bertambah umur seseorang maka frekuensi MCU juga sangat disarankan bertambah. Bisa jadi kondisi Anda sekarang baik-baik saja. Namun, ternyata hasil MCU mengatakan kesehatan Anda mulai terganggu.

Jika mengetahui adanya gangguan kesehatan lebih awal maka kita dapat mengatur strategi mengatasi gangguan tesebut. Peribahasa mengatakan “Mencegah lebih murah daripada mengobati.” 

Namun, kita nyatanya belum paham tentang peribahasa tersebut. Biaya pengobatan di negara kita lebih besar 3 kali lipat dibandingkan negara-negara Asia lainnya. Kita lebih suka mengobati daripada mencegah. 

“Berapa pun biayanya, akan saya bayar! Asalkan sembuh.” Kurang lebih demikian kalimat yang sering saya dengar.

Saya membayangkan tubuh kita ini mirip dengan kendaraan. Bisa mobil atau motor. Di dalam buku panduan setiap kendaraan yang baru dibeli, dianjurkan untuk datang ke bengkel resmi setiap 500 km atau 1.000 km. 

Betul bahwa saat sudah mencapai 500 km atau 1.000 km, motor atau mobil kita masih baik-baik saja. Belum perlu di ajak ke bengkel. Tetapi, tetap perlu mengikuti anjuran itu agar dicek kembali bagian-bagian yang sudah perlu diganti.

Yang ditakutkan adalah saat kita sedang membawa kendaraan itu, tiba-tiba di tengah perjalanan, salah satu ban terlepas. Sering juga saat kita sedang sibuk-sibuknya dan ingin menggunakan mobil atau motor tersebut, ia ngambek dan tidak bisa digunakan.

Manfaat MCU

MCU itu bisa untuk orang sehat maupun orang sakit. Bagi orang sehat, MCU adalah alat untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh. Bagi yang sakit, MCU digunakan untuk evaluasi sakit yang dideritanya. Apakah membaik atau memburuk. 

Banyak orang belum menggunakan MCU secara berkala karena mahal. Mengapa dikatakan MCU itu murah? Bukannya lebih mahal? Memang benar pemeriksaan MCU itu relatif lebih mahal. Namun, jika dibandingkan dengan biaya pengobatan saat kita sudah dirawat di rumah sakit, dengan sakit yang telah lebih parah, pasti akan lebih mahal. 

Banyak pasien, keluarga dan kenalan saya mengartikan MCU itu adalah keluar negeri. Mereka hanya akan melakukan MCU di luar negeri. Sah-sah saja menurut saya. 

Mereka yang mempunyai uang lebih dan ingin menggunakannya di luar negeri itu hak mereka dan harus kita hormati. Repotnya adalah bagi mereka yang berlaku seakan-akan berlebih, nyatanya adalah “pinjam” alias “ngutang”. 

Kalau yang terakhir itu pasti hasil MCU-nya banyak angka merah atau tanda bintang. Belum selesai memikirkan sakit apa yang bakal dideritanya sudah memikirkan bagaimana cara mengembalikan atau melupakan “utang”. 

Bagi mereka yang tidak mempunyai lebih atau bahkan kurang, tidak perlu berkecil hati. Memeriksa kesehatan di dalam negeri sudah lebih dari cukup. Peralatan yang ada di negara kita sudah sangat memadai.

Kemudian, memilih paket MCU yang sesuai dengan “kantong” adalah pilihan yang bijaksana. Hasilnya pun tidak akan jauh berbeda dengan yang dari luar negeri. 

Sekadar contoh. Hasil pemeriksaan cholesterol total di dalam negeri 230 mg/dl. Sedangkan di luar negeri adalah 245 mg/dl. Nasihat dan anjuran serta obat yang diberikan dokter atas hasil tersebut kurang lebih sama saja. Lalu apa yang membedakannya? Ya, jelas. Luar negeri dan dalam negeri.

Oh iya. Saya hampir lupa. Pemeriksaan kesehatan atau MCU yang saya ceritakan di atas ini adalah pemeriksaan kesehatan bagi mereka yang membayar secara langsung (pasien umum). Tidak berlaku bagi peserta BPJS Kesehatan. 

Pemeriksaan kesehatan (MCU), khususnya pemeriksaan laboratorium, bagi peserta BPJS Kesehatan adalah atas dasar indikasi dari seorang dokter. Dokterlah yang menentukan perlu atau tidaknya pemeriksaan kesehatan lanjutan termasuk test laboratorium. Itu adalah aturan yang berlaku. 

Jika peserta BPJS Kesehatan mengatakan: “Dok, saya mau periksa (laboratorium) lengkap!” 

Dokter pasti akan menjawab: “Silakan ke bagian laboratorium untuk diperiksa dan jangan lupa membayar lengkap!”

Flu, hidung tersumbat, bersin-bersin, batuk, sakit kepala adalah gangguan kesehatan karena kurang istirahat. Sangat tidak diperlukan pemeriksaan darah lengkap. 

Begitu juga kalau sakit perut, mencret, mual dan seluruh bagian tubuh jadi sakit. Bisa saja karena makan makanan yang terlalu pedas atau telat makan. Belum perlu untuk segera memeriksakan darah.

Ada satu kisah menarik yang ingin saya ceritakan. Cerita ini berasal dari pasien. Pasien saya ini adalah pasien “tetap”. Maksud kata tetap itu adalah setiap kali ada keluhan, ia akan tetap bertanya dan bertemu saya. 

Bentol merah pada kulit karena digigit semut merah, ia tetap harus bertemu dokter. Sakit di dada karena baru habis bermain bulu tangkis, ia tetap ingin bertemu dokter. Katanya takut sakit jantung, nanti bisa mati mendadak. Itulah pasien tetap saya.

Saat berkunjung ke klinik, ia menyampaikan bahwa ia baru saja kembali dari Penang untuk MCU. Anda tahu Penang itu dimana? Tanyalah ke Om Google. Kita lanjut. 

“Dok, biaya MCU di Penang itu lebih murah dari MCU di Jakarta. Makanya saya ke sana. Saat saya MCU di Penang, saya terkejut. Semua orang yang MCU di sana adalah orang Indonesia.” 

Kami berdua pun tertawa. Saya tidak terlalu paham apa yang dia tertawakan.

Yang saya tertawakan adalah tentang biaya yang lebih murah itu. Bisa jadi memang MCU di Penang lebih murah dari MCU di Jakarta. Tetapi, mungkin dia lupa menghitung biaya tiket dari Flores ke Penang. Kalau menurut hitungan kasar saya akan sama bahkan boleh jadi lebih besar.  

Jadi, manfaat MCU itu adalah mengetahui dengan pasti situasi atau keadaan kesehatan kita secara berkala. Mungkin saja saat ini kita baik-baik saja. Namun, karena banyaknya kerjaan, banyaknya undangan acara, kurang istirahat, bertambahnya umur membuat tubuh kita tidak sesehat dulu lagi. Tidak sekuat dulu lagi. Maka MCU itu penting. 

Data tentang MCU

Data ini saya ambil dari Kompas, 28 September 2019. Dari 542 responden, 49,4% mengatakan belum pernah melakukan MCU. Sampel-sampel ini diambil dari kota-kota besar di Indonesia. Jika di kota-kota besar saja kesadaran untuk MCU rendah, bagaimana dengan di wilayah saya, ya?

Pantas saja jika angka biaya pengobatan negara kita tertinggi di wilayah Asia. Tidak memikirkan pencegahan, yang dipikirkan adalah obat. Obat akan menyembuhkan segala-galanya. Begitu pola pikirnya. 

Yang benar itu seperti ini: MCU harus dilakukan berkala, jika ada yang sudah mulai tidak baik, maka ubalah cara dan pola hidup. Dengan demikian kita akan dapat melakukan pencegahan yang sesuai. 

Coba kita lihat data yang lain. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menjelaskan bahwa penyakit-penyakit tidak menular meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan penyakit-penyakit menular. 

Dengan melakukan MCU yang rutin, penyakit-penyakit tidak menular itu bisa dideteksi lebih dini sehingga bisa mengatur strategi untuk melawannya. Yang termasuk penyakit-penyakit tidak menular itu adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes dan hipertensi. 

Demikianlah penjelasan tentang MCU ini. Mudah-mudahan berguna bagi Anda yang membacanya. Salam sehat selalu.

An Hotel, Jakarta, 1 Februari 2020

Gambar diambil dari sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.