Novelet Wesel Pos yang ditulis Ratih Kumala mengingatkan saya akan pengalaman menggunakan wesel pos. Saya sangat yakin, Ratih juga punya pengalaman menggunakan wesel pos. Sebab, jika dilihat dari umur Ratih, ia pun mengalami masa akhir kejayaan si wesel pos ini.

Cerita dalam novelet ini sangat ringan. Ringan akan bahasa yang digunakan dan ringan karena memang sangat tipis.

Bagi teman-teman yang baru mulai menyukai baca, novelet ini tepat untuk Anda. Untuk mereka yang sudah sering membaca, Wesel Pos tetap bisa dijadikan selingan antar bacaan Anda yang berat.

Dalam novelet ini, Ratih menggunakan wesel pos sebagai tokoh. Artinya, wesel pos diberi nyawa, pikiran dan perasaan. Persis seperti manusia.

Memikirkan personafikasi ciptaan Ratih, kembali ingatan saya ditarik ke sebuah novel berjudul “Semusim, dan Semusim lagi” karya Andina Dwifatma. Di novel ini, ikan mas koki yang menjadi tokoh, layaknya manusia.

Tulisan saya kali ini tidak untuk membahas isi bahkan bagaimana kisah si wesel pos. Karena mengingatkan saya tentang pengalaman menggunakan wesel pos, maka pengalaman itulah yang ingin saya kisahkan.

Pengalaman saya menggunakan wesel pos adalah saat di SMP (Sekolah Menengah Pertama). Tepatnya kelas 2, kurang lebih tahun 1994. Wesel pos saat itu saya gunakan untuk membeli buku terbitan gramedia.

Menulis surat ke penerbit buku untuk meminta dikirimkan daftar judul buku adalah langkah pertama. Dalam surat itu juga perlu disertakan perangko tambahan untuk proses pengiriman balik. Tahap pertama ini memakan waktu kurang lebih 2 sampai 3 bulan.

Kenapa lama sekali? Ya, Begitulah. Jarak Jakarta ke Flores itu jauh sekali. Tetapi, jarak itu bukanlah menjadi masalah. Sebab semangat menulis surat mengalahkannya.

Kata orang, menunggu itu pekerjaan yang paling membosankan. Untuk hal yang satu ini, Tidak. Menunggu surat balasan dari penerbit besar itu sangat menyenangkan. Entah apa penyebabnya, saya tidak pasti.

Daftar judul-judul buku akhirnya tiba. Teman-teman mulai memilih buku yang lengkap dengan daftar harganya. Ada yang suka novel, puisi, komik, buku politik, buku budaya dan lain-lain.

Selama kurang lebih 1 minggu daftar judul buku itu diedarkan dari kelas ke kelas. Di akhir minggu, saya mulai menulis judul-judul buku tersebut di wesel pos beserta total harganya.

Wesel pos yang telah ditulis dengan rapih kemudian dikirimkan lewat Kantor Pos. Seingat saya, saya harus menuliskan 3-4 wesel pos sebab jumlah buku yang ingin dibeli cukup banyak.

Selanjutnya, saya harus menunggu 2-3 bulan untuk mendapatkan buku-buku pesanan tersebut. Jika ditotal lama pemesanan sampai bukunya tiba kurang lebih 5 bulan. 5 bulan saudara-saudara.

Saat pesanan buku-buku itu tiba, saya dan teman-teman begitu rakus melahapnya. Mulai dari judul, nama pengarang, bahkan tanda baca – titik dan koma – tidak kami lewatkan. Hahaha.

Setelah saya renungkan, kesulitan mendapatkan bahan bacaan saat itu bisa jadi merupakan faktor menumbuhkan minat baca saya dan teman-teman.

Kenapa bisa begitu? Ya, seperti yang sudah saya ceritakan di atas: menunggu tibanya buku pesanan dalam waktu 5 bulan adalah waktu yang lama. Sehingga begitu buku-buku itu tiba, pastinya akan tuntas dilahap dengan rakusnya.

Berbeda dengan sekarang. Semua buku bisa didapatkan dengan mudah. Tinggal membuka toko-toko buku online, memesannya dan 3-4 hari kemudian bukunya tiba. Bahkan jika di Kota Besar, bukunya bisa didapatkan di jam berikutnya.

Apakah dengan fasilitas serba ada dan cepat untuk mendapatkan buku atau bahan bacaan akan menumbuhkan minat baca? Saya kira, tidak. Lalu apa?

Hasil renungan saya berikutnya mungkin bisa menjawab pertanyaan di atas.

Idenya adalah tentang grup atau kelompok baca. Dalam suatu lingkungan, dimana orang-orang bisa berbagi cerita tentang apa yang dibacanya merupakan tempat subur bagi tumbuhnya minat baca. Bahan bacaan bisa didapatkan dimana saja, tetapi komunitas, kelompok atau grup membaca itu lebih penting.

Klub Buku Petra adalah grup atau kelompok baca yang hadir untuk niat seperti itu. Bergabunglah bersama para pembaca buku agar minat baca dan hobi baca Anda terpelihara.

Bagi yang sudah membaca sebuah buku dan ingin berbagi tulisan mengenai buku tersebut, kirimlah ke bacapetra.co. Di website ini, Anda juga bisa menikmati beragam tulisan mulai dari cerpen, puisi bahkan tulisan bermutu lain.

Selamat bergabung, salam literasi.

One Comment on “MEMBACA BERSAMA KLUB BUKU PETRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *