Topik hari ini adalah tentang masalah-masalah pada telinga manusia. Ada banyak masalah pada telinga. Mulai dari tidak berfungsinya telinga sebagai indra pendengaran hingga masalah kesehatan tubuh lain yang disebabkan oleh telinga. 

Masalah yang saya pilih kali ini adalah tentang motion sickness alias mabuk perjalanan. Benar. Mabuk perjalanan adalah masalah dari telinga. Bukan dari lambung yang selama ini kita pahami. 

Kejadian mabuk perjalanan yang paling sering adalah akibat perjalanan darat menggunakan mobil. Jarang saya dengar orang naik motor bisa membuat mabuk. Apalagi mabuk karena naik kuda. Belum pernah saya dengar.

Kondisi jalan raya di Flores itu berkelok-kelok tak ada habis-habisnya. Berbeda dengan jalan di Tanah Jawa sana. Kondisi ini disebabkan karena banyaknya bukit dan gunung di wilayah Flores. 

Kata orang-orang dulu, jalan berkelok-kelok itu berguna agar para penjajah susah datang ke kota-kota kabupaten. Agar tidak dijajah. Kalau saat ini dipikir-pikir lagi, bisa jadi hal ini juga yang membuat wilayah Flores susah maju dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa sana. Susah didatangi “kemajuan”. 

Karena jalan raya yang berkelok-kelok, membuat sebagian orang trauma jika tahu mereka harus bepergian dengan mobil. Malam sebelum keberangkatan keesokan harinya, badan sudah terasa tidak enak, keringat dingin dan pusing. Kalau seperti ini tentunya adalah masalah psikis. 

Selain mabuk perjalanan darat, naik pesawat pun demikian. Ada orang yang mabuk bahkan sampai mual dan muntah. Begitu juga yang memilih perjalanan menggunakan kapal laut. Singkatnya, perjalanan darat, laut, dan udara membuat kita mabuk.

Dalam dunia kedokteran, mabuk perjalanan itu disebabkan oleh gangguan pusat keseimbangan yang terdapat pada telinga. Di dalam telinga ada cairan yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh kita. 

Perjalanan darat dengan mobil pada jalan yang berkelok-kelok menyebabkan cairan keseimbangan kita terayun-ayun dan tergoncang-goncang. Apalagi jika mobil melaju dengan kecepatan tinggi. 

Sama halnya dengan naik pesawat dan kapal laut. Goncangan atau goyangan mempengaruhi cairan pengatur keseimbangan tubuh ikut di dalam telinga. Efek dari itu adalah munculnya rasa mual dan muntah. 

Setelah muntah, sebagian orang akan merasa legah. Namun, yang lain, setelah muntah malah membuat badan semakin tidak nyaman. Terkadang sumpah serapah keluar dari mulut: “Saya tidak akan pergi lagi ke tempat ini”. Niatnya pergi liburan, malah berubah menjadi kesusahan.

Jangan lagi berpikir bahwa lambung yang menjadi penyebab mabuk perjalanan. Telingalah penyebabnya. Pusing saat dalam perjalanan disebabkan oleh ketidakselarasan antara pergerakan yang ditangkap oleh mata dengan pergerakan yang dirasakan  pusat keseimbangan di dalam telinga. 

Untuk lebih memahami penjelasan itu, kita coba bertanya: “Mengapa para sopir atau pengemudi tidak pernah mabuk perjalanan?” Jawabannya adalah karena mata dan pusat keseimbangan tubuhnya mengetahui akan perjalanan di depan. Matanya melihat bahwa di depan ada jelan berkelok ke kiri atau ke kanan, naik atau turun. Sehingga dengan tangan di stir mobil dan kaki pada pedal gas dan rem para pengemudi paham alur perjalanan yang hendak dilalui. 

Sedangkan para penumpang hampir sebagian besar tidak mengetahui itu. Apalagi kalau tidak melihat lurus ke kaca depan. Itulah mengapa tempat duduk terdepan adalah pilihan terbaik jika Anda mabuk perjalanan.

Jika tidak mendapat kursi terdepan biarlah duduk di kursi belakang yang penting pandangan ke kaca depan tidak terhalang. Selain itu, kaca mobil harus dibuka agar udara masuk. Dengan masuknya udara, maka kita bisa bernafas lebih legah dan suhu udara yang masuk ke telinga akan memberitahu pusat keseimbangan untuk beradaptasi dengan situasi perjalanan. 

Perihal membuka atau menurunkan kaca jendela itu hanya berlaku jika Anda melakukan perjalanan di wilayah Flores saja. Sebab udaranya masih bersih. Jangan Anda lakukan di tempat lain. Dijamin sindiran “Ndeso” akan ditujukan kepada Anda.

Agar tidak mabuk di perjalanan, sangat tidak dianjurkan untuk membaca buku atau bermain game dalam perjalanan jika Anda tidak ingin mabuk. Kalau perjalanan laut dan udara tidak terlalu berpengaruh. 

Mencoba untuk tidur atau ngobrol juga membantu agar tidak mabuk. Cara lain yang lazim dipakai adalah dengan minum obat anti mabuk perjalanan.

Kandungan obat antimabuk yang sering dipakai adalah Dimenhidrinat. Dimenhidrinat termasuk obat antialergi (antihistamin) yang mencegah rasa mual dan muntah. Ia akan mencegah rangsangan yang datang menyerang pusat keseimbangan di saraf otak dan telinga bagian dalam. Sehingga setelah minum obat ini diharapkan mabuk perjalanan bisa diatasi. 

Jika setelah minum obat ini masih saja mabuk, maka datanglah ke dokter untuk memeriksa keadaan telinga Anda. Mungkin saja ada sumbatan karena kotoran telinga, atau ada infeksi yang menyebabkan gendang telingannya berlubang dan lain sebagainya.

Jurus-jurus agar tidak mabuk perjalanan sangat banyak dilakukan oleh masyarakat. Jurus-jurus itu sebagian besar tidak masuk akal sehat. Bahkan menyesatkan. 

Jurus-jurus yang sering saya dengar adalah seperti berikut: menyumbat kedua lubang telinga dengan kapas, mengikat perut dengan tali pohon pisang, menggosok 3 jenis minyak angin agar setan pembawa mabuk menjauh, menghirup aroma dari kulit jeruk, menaruh 3 buah biji jangung di kantong baju, menyelipkan beberapa kerikil pada lipatan baju, sebelum melakukan perjalanan harus makan 3 buah apel dan 2 buah salak, berdoa dan berpuasa, dan seterusnya. 

Kalau jurus yang terakhir itu, berdoa dan berpuasa, saya sedikit lebih setuju agar perjalanan kita tiba dengan selamat. Untuk jurus-jurus yang lain itulah yang menurut saya adalah sesat. 

Kondisi tubuh yang sehat juga adalah faktor penting jika ingin melakukan perjalanan. Bisa saja perjalanan saat ini aman-aman saja, tetapi di lain waktu bisa mabuk karena keadaan tubuh yang kurang sehat.

Mabuk perjalanan ini jangan dianggap enteng. Sebab, sebagian dari kita telah menjadi trauma. Bahkan ada yang lebih memilih jalan kaki daripada harus naik kendaraan. Anda bisa bayangkan betapa sengsaranya jika seperti itu. 

Bukan hanya perjalanan darat saja seperti itu. Naik kapal atau motor laut juga membuat sebagian trauma. Melihat gelombang air laut yang bergoyang naik turun adalah hal yang menakutkan. Bukan takut tenggelam, namun karena hal itu membuat pusing dan akhirnya bisa mual dan muntah.

Perjalanan dengan pesawat di udara lebih repot lagi. Saat masuk pesawat dan mencium aroma khas kabin pesawat, kepala langsung terasa berat dan perut mual. Ditambah lagi ketika membayangkan perjalanan akan memakan waktu 2 atau 3 jam. 

Jadi, masalah mabuk perjalanan itu adalah masalah pada pusat keseimbangan tubuh kita, yakni telinga. Bukan pada lambung. Duduk yang nyaman di dalam kendaraan serta menghadap ke kaca depan adalah cara yang bijaksana. 

Bagi yang mempunyai riwayat mabuk perjalanan berat, minum obat antimabuk 30 menit sebelum perjalanan akan sangat membantu. 

Istirahat yang cukup agar kondisi tubuh fit adalah faktor lain yang perlu diperhatikan. Sakit batuk dan flu ringan juga bisa membuat perjalanan yang sebelumnya aman menjadi mabuk perjalanan. 

Hal terakhir yang harus kita lakukan adalah jangan lupa berdoa agar perjalanan kita tiba dengan selamat di tempat tujuan. Berdoalah juga untuk driver sebab nyawa kita ada ditangannya. 

Tulisan ini bersumber dari buku “99 Tanya Jawab THT”, karya Dr. Nies Endang Mangunkusumo, Sp. THT-KL (K).

Karot, 11 Februari 2020

Gambar diambil dari sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.