Apa itu mata merah?

Mata merah adalah infeksi lapisan bola mata terluar dan kelopak mata bagian dalam. Dunia kedokteran mengatakan konjungtivitis. Orang barat menyebutnya “pink eye”. Kalau orang manggarai bilang “rombe”. 

Mengapa terinfeksi mata merah?

Terjadinya infeksi pada mata ini bisa disebakan oleh virus, bakteri dan alergi. Virus dan bakteri tersebut dapat menyerang mata karena tangan kita yang kotor. Tangan yang kotor kita gunakan untuk menggosok mata. 

Mata merah karena alergi tidak semua orang bisa terkena. Hanya mereka yang sensitif saja. Alergi bisa karena debu jalanan, serbuk tumbuhan atau bisa juga bulu binatang. 

Penyebab mata merah sebenarnya tidak hanya itu. Masih banyak penyebabnya. Bisa karena sedang menangis atau terbentur suatu benda, pemakaian lensa kontak. Yang akan dibahas pada tulisan ini adalah pengaruh virus, bakteri dan alergi.

Siapa saja yang paling sering terjangkit mata merah?

Yang paling sering mengalami mata merah adalah anak-anak. Walapun bisa juga pada orang dewasa. Mata merah menyerang anak-anak karena kebiasaan bermain di luar rumah yang banyak debu dan kotoran.

Dimana paling sering penularan mata merah?

Penularan mata merah ini paling sering di airpot, asrama, sekolah khususnya di dalam kelas, kantor tempat bekerja atau di rumah yang cukup padat penghuninya. 

Saat masih SMP, saya tinggal di asrama. Ketika itu banyak anak-anak yang tinggal di dalam asrama terserang mata merah. Kami takut tertular mata merah. 

Teman saya mengatakan bahwa agar tidak tertular, “Jangan tatap mata mereka!” Mendengar saran itu, langsung saya praktekkan. 

Setiap bertemu di gang asrama, saya menundukkan kepala agar tidak menatap mata merah teman-teman. Saat teman-teman yang sakit itu menatap, saya akan menoleh ke arah lain. Cara ini hanya efektif 1 hari. 

Pada awal hari ke 2, mata kanan saya menjadi merah, sakit, gatal dan terasa seperti ada pasir di dalam kelopak mata. Belum habis memikirkan mata kanan, mata kiri juga sudah ikut-ikutan menjadi merah dan sakit.

Saat itu tidak ada obat. Karena tidak ada obat maka sakit mata merah yang saya alami dibiarkan begitu saja. Setelah 1 minggu, kedua mata saya susah dibuka. Setiap kali bangun pagi banyak kotoran mata. Kotoran mata itu seperti lem yang merekatkan kelopak mata. Apakah saya akan buta?

Mempunyai perasaan takut yang sama, teman saya mengajak untuk bertemu Pater Leo, Pimpinan asrama kala itu. Tiba di depan ruangannya, pintu kamarnya telah terbuka. Seakan-akan ia telah mengetahui kami akan datang menemuinya.

“Ada keperluan apa sampai anak berdua datang kemari?” Tanya Pastor Barat dengan suara berat.

“Kami, sakit mata. Adakah obatnya?”

Mendengar pertanyaan kami, pastor itu menjawab:

“Anak, sakit ini adalah kelalaian kalian berdua. Karena itu, cintailah kebersihan maka kamu akan dibenci penyakit.”

Belum sempat kami mengeluarkan suara, pastor itu melanjutkan lagi.

“Aku memberkati engkau dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Pulanglah dan jangan berbuat dosa lagi.”

Kami berdua pun segera pulang menuju asrama. Mukjizat terjadi. Keesokkan hari, mata kami sudah mulai enakan. Kotoran-kotoran mata berkurang jauh. Mata kami sudah bisa terbuka dengan mudah, walaupun warna merahnya masih ada. 

Setelah menjadi dokter, saya teringat kembali cerita tentang penyakit mata merah ini. Ada beberapa hal yang perlu diluruskan tentang penyakit mata merah ini. Sebab pemahaman tentang sakit mata merah ini berbeda-beda. 

Penyakit mata merah yang sering kita alami ini biasanya disebabkan oleh virus, bakteri dan alergi. Ciri khas sakit yang disebabkan oleh virus adalah penularannya yang sangat cepat. Dalam waktu singkat, satu orang terkena bisa menular ke banyak orang. Sedangkan bakteri, sebaliknya.

Itu tentang cara penularan. Jika dilihat dari gejala yang dirasakan, infeksi yang disebabkan oleh virus biasanya lebih ringan dari bakteri. Gejalanya biasanya mata menjadi merah, gatal dan terkadang disertai flu dan batuk. Mata yang merah biasanya berair dengan warna jernih. 

Berbeda dengan gejala yang ditimbulkan oleh infeksi bakteri. Mata merah dan terasa sangat nyeri, menghasilkan cairan kental berwarna kuning merupakan tanda infeksi bakteri. 

Masa inkubasi kurang lebih 1 sampai 3 hari. Masa inkubasi adalah masa dimana kuman masuk sampai menimbulkan gejala sakit. Masa penyembuhan adalah 7 hari sampai 14 hari.

Itulah beberapa informasi yang kita perlukan untuk memahami penyakit mata merah. Nah, hal pertama yang harus diluruskan adalah “Apakah dengan menatap orang yang menderita sakit mata merah, maka kita akan mendapatkan sakit itu juga?”

Jawabannya: “Tidak!”

Sakit mata merah disebabkan oleh virus, bakteri dan alergi. Penularan yang paling sering adalah melalui tangan, handuk, batuk dan bersin, barang-barang bekas dipakai penderita dan udara yang tidak sehat. Bukan oleh tatapan. 

Penyakit mata merah yang disebabkan oleh virus, tidak perlu minum obat. Apalagi jika Anda memilih antibiotik untuk menyembuhkannya. Amoxicilin, Cotrimoxazol, Cefadroxil sama sekali tidak akan membantu. Ingatlah itu baik-baik, kawan.

Yang harus Anda lakukan adalah istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi, hidup dengan perilaku yang bersih dan sehat.

Penyakit mata merah karena bakteri perlu minum antibiotik jika sakitnya sudah berlanjut. Tidak perlu segera minum antibiotik karena tubuh kita juga mempunyai daya penyembuhan yang luar biasa. Selain minum, antibiotik juga ada yang berupa tetes mata dan salep. 

Seperti cerita saya saat di asrama dulu, sakit mata merah yang saya alami dengan teman-teman adalah yang disebakan oleh bakteri. Bisa juga awalnya karena virus yang kemudian infeksi oleh bakteri. Namun, karena secara teori proses penyembuhan penyakit ini 7-14 hari, maka tentu saja di akhir minggu ke 2, gejala sakit mata merah kami sudah masuk dalam masa penyembuhan. 

Pater Leo tentunya sudah paham dengan penyakit yang satu ini. Sehingga ia menyuruh kami pulang dan jangan berbuat dosa lagi. Artinya, sakit ini tidak perlu diobati dan juga tidak perlu ditakuti sebab Tuhan akan bekerja lebih baik lewat tubuh kita dibandingkan obat-obatan buatan manusia. 

Kapan Mata merah muncul?

Munculnya penyakit mata merah ini biasanya menjelang musim hujan. Menjelang musim hujan biasanya banyak yang sakit karena perubahan ekstrim cuaca. 

Batuk, bersin dan flu adalah penyebab tersering. Karena itu, jika Anda batuk, bersin atau flu harus pakai sopan-santun. Tutup dengan tangan jika Anda batuk. Pakailah masker jika bersin-bersin dan flu. Semuanya itu demi mencegah penularan penyakit kepada orang-orang disekitar terlebih orang yang Anda sayangi.

Tips mencegah mata merah

1. Harus mencuci tangan sebelum menggosok-gosok mata. Bisa juga menggunakan cairan pembersih tangan. Jika tetap tidak sempat, gunakan kain bersih atau tisu.

2. Jangan biasakan menggosok-gosok mata sekalipun mata Anda gatal.

3. Gunakan masker jika batuk, bersin-bersin dan flu.

4. Jika Anda alergi, hindari faktor-faktor pencetus alergi. Misalnya debu, serbuk-serbuk tanaman, udara dan asap.

5. Gunakan sunglasses jika berpergian ke luar rumah.

An Hotel, Jakarta, 31 Januari 2020

Gambar diambil dari sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.